DIKSAR Saka Bhayangkara
Seyegan, Sleman — Keluarga Besar Saka Bhayangkara Kwartir Ranting Seyegan menggelar diskusi dan pembekalan pengelolaan media sosial dalam rangkaian kegiatan Pendidikan Dasar (DIKSAR) Saka Bhayangkara Angkatan XV. Kegiatan ini berlangsung di Komplek Kantor Kapanewon Seyegan pada tanggal 10–11 Januari 2025.
Latar Belakang Kegiatan
Di era digital saat ini, media sosial menjadi sarana utama dalam menyebarluaskan informasi dan membangun citra organisasi. Menyadari hal tersebut, Saka Bhayangkara Seyegan menghadirkan materi khusus tentang pengelolaan media sosial kepramukaan sebagai bagian dari pembinaan peserta DIKSAR.
Materi ini menjadi pelengkap penting dari proses pendidikan karakter, disiplin, dan keterampilan yang menjadi ciri khas Saka Bhayangkara, sekaligus menjawab tantangan publikasi kegiatan di tengah masyarakat digital.
Materi Pengelolaan Media Sosial dan Personal Branding
Sesi diskusi malam diisi dengan berbagi pengalaman dan praktik langsung mengenai:
- Strategi publikasi kegiatan kepramukaan melalui media sosial.
- Pentingnya konsistensi konten dan etika bermedia digital.
- Pemanfaatan foto, video, dan narasi untuk membangun citra positif Saka.
- Penguatan personal branding anggota Pramuka sebagai kader muda yang aktif dan berkarakter.
Rangkaian Kegiatan DIKSAR Saka Bhayangkara
DIKSAR Saka Bhayangkara Kwartir Ranting Seyegan Angkatan XV dilaksanakan secara terstruktur selama dua hari dengan berbagai materi pembinaan, antara lain:
- Orientasi Saka Bhayangkara dan sejarahnya.
- Jam pimpinan dan pembinaan mental.
- Materi lalu lintas, PBB, dan fungsi kepolisian.
- Latihan fisik melalui lari komando.
- Api unggun, pentas seni, dan tradisi pengambilan Badge Saka.
- Pembekalan media sosial sebagai materi penguatan soft skill.
Seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk membentuk anggota Saka Bhayangkara yang disiplin, tangguh, serta adaptif terhadap perkembangan zaman.
Nilai Strategis Literasi Digital bagi Pramuka
Pembekalan media sosial dalam DIKSAR ini menjadi bukti bahwa Gerakan Pramuka, khususnya Saka Bhayangkara, terus berinovasi dalam metode pembinaan. Literasi digital dipandang sebagai keterampilan strategis yang harus dimiliki anggota Pramuka agar mampu menjadi agen informasi positif di masyarakat.
Melalui publikasi yang tepat, kegiatan kepramukaan tidak hanya berdampak internal, tetapi juga mampu menginspirasi masyarakat luas serta memperkuat citra Pramuka sebagai gerakan pendidikan karakter yang relevan sepanjang masa.

إرسال تعليق