Yogyakarta — Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Daerah Istimewa Yogyakarta, Kak GKR Hayu, secara resmi membuka Program Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Skema Khusus Edukasi dan Mitigasi Bencana Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kolaborasi strategis antara perguruan tinggi dan Gerakan Pramuka dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia serta kesiapsiagaan bencana.
Dalam sambutannya, Kak GKR Hayu menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang telah mempercayakan Kwarda DIY sebagai mitra Pengabdian Masyarakat.
“Sebelumnya saya ucapkan terima kasih kepada pihak UMY yang diwakili oleh Wakil Rektor UMY Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Zuli Qodir, M.Ag., yang telah memilih Kwarda DIY sebagai mitra Pengabdian Masyarakat,” ujar Kak GKR Hayu.
Tekankan Pengelolaan Sampah dan Prinsip 3R
Pada kesempatan tersebut, Kak GKR Hayu juga menekankan pentingnya pengelolaan sampah secara serius di lingkungan Kwarda DIY sebagai bentuk keteladanan bagi kwartir di bawahnya. Menurutnya, pengelolaan lingkungan merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya mitigasi bencana.
“Prinsip 3R dalam pengelolaan sampah adalah pendekatan untuk mengurangi dampak sampah terhadap lingkungan dengan cara mengubah perilaku sejak dari sumbernya. 3R terdiri dari Reduce, Reuse, dan Recycle,” ungkap Kak GKR Hayu.
Pada acara tersebut, Ketua Kwarda DIY sekaligus memperkenalkan tempat pengelolaan sampah mandiri yang telah rampung digarap oleh Kwarda DIY dan diharapkan dapat menjadi contoh praktik baik pengelolaan lingkungan bagi kwartir cabang dan kwartir ranting.
UMY Apresiasi Kolaborasi dengan Gerakan Pramuka
Sementara itu, Wakil Rektor UMY Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan, Prof. Dr. Zuli Qodir, M.Ag., menyampaikan apresiasi atas diterimanya dosen dan mahasiswa UMY untuk berkolaborasi bersama Kwarda DIY. Ia menegaskan komitmen UMY untuk melanjutkan kegiatan pengabdian masyarakat secara berkelanjutan.
“Terima kasih kepada Kwarda DIY, kami sangat senang dosen dan mahasiswa kami diterima dengan baik. Kegiatan seperti ini sebaiknya dilanjutkan secara berkesinambungan untuk memperkuat pengetahuan Pramuka, tidak hanya di bidang edukasi dan mitigasi bencana saja. Kami siap merapat jika dipanggil,” papar Prof. Zuli Qodir.
Libatkan 16 Dosen di Tiga Lokasi Pengabdian
Subdirektorat Pengabdian Masyarakat Dosen UMY, Dr. drg. Laelia Dwi Anggraini, Sp.KGA, menjelaskan bahwa Program Pengabdian Masyarakat Skema Khusus ini melibatkan 16 dosen UMY dari berbagai bidang keilmuan.
“Sebanyak 16 dosen dengan keahlian masing-masing sudah kami bagi untuk pembinaan di tiga lokasi, yaitu Kwarda DIY, Kwarcab Sleman, dan Kwarran Seyegan,” jelas Dr. Laelia.
Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di tiga lokasi dan waktu yang berbeda, dengan fokus pada edukasi, mitigasi bencana, pengelolaan lingkungan, kesehatan, komunikasi, serta penguatan kapasitas organisasi.
Daftar Dosen yang Terlibat
- Dr. drg. Laelia Dwi Anggraini, Sp.KGA – Spesialis Kedokteran Gigi Anak
- drg. Erma Sofiani, Sp.KG – Konservasi Gigi
- Fitria Rahmawati, S.Pd., M.Hum. – Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Inggris
- Maryam Sorohiti, S.S., M.H.Sc. – Pendidikan Bahasa Inggris
- drg. Any Setyawati, Sp.KG – Konservasi Gigi
- apt. Indra Putra Taufani, M.Sc. – Farmasi UMY
- Dr. apt. Muhammad Thesa Ghozali, M.Sc. – Farmasi UMY
- Rachmawati Husein, MCP, Ph.D. – Ilmu Pemerintahan
- Helen Dian Fridayani, S.IP., M.IP., Ph.D. – Ilmu Pemerintahan
- Ir. Tony Khristanto Hariadi, M.T., IPM. – Sistem Komputer dan Informatika
- Arsyl Elensyah Rhema Machawan, M.Pd. – Pendidikan Bahasa Jepang
- Mohamad Muhajir, Lc., M.A. – Pendidikan Bahasa Arab
- Dr. Zein Mufarrih Muktaf, S.IP., M.I.Kom – Ilmu Komunikasi UMY
- Putri Anggia, S.H., M.H., Ph.D. – Program Studi Hukum, FH
- Dr. dr. Merita Arini, MMR. – MARS/FKIK
- Dr. Ir. M. Heri Zulfiar, S.T., M.T. – Teknik Sipil UMY
Perkuat Pramuka Tangguh Bencana
Melalui Program Pengabdian Masyarakat Skema Khusus Edukasi dan Mitigasi Bencana Tahun 2026 ini, UMY dan Kwarda DIY berharap dapat melahirkan Pramuka yang tangguh, peduli lingkungan, dan siap menghadapi bencana. Kolaborasi lintas sektor ini juga diharapkan menjadi model sinergi berkelanjutan antara perguruan tinggi dan Gerakan Pramuka.
— bppramukadiy.or.id

إرسال تعليق