Sri Sultan Hamengkubuwono X Kunjungi Pameran Pandu Tionghoa di Ketandan Yogyakarta

Yogyakarta — Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X, mengunjungi Pameran Pandu Tionghoa yang digelar di Komplek Rumah Budaya Ketandan, Yogyakarta, Selasa (25/2/2026). Kunjungan tersebut dilakukan usai beliau membuka secara resmi Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta.

Kehadiran Sri Sultan menjadi bentuk apresiasi terhadap kontribusi sejarah dan nilai-nilai kepanduan Tionghoa dalam perjalanan panjang gerakan kepanduan di Indonesia.

Menampilkan Memorabilia Bersejarah Kepanduan Tionghoa

Pameran Pandu Tionghoa menampilkan berbagai koleksi memorabilia bersejarah, antara lain:

  • Perlengkapan seragam Pandu Tionghoa
  • Tanda kecakapan dan tanda jabatan
  • Buku-buku kepanduan
  • Dokumen surat menyurat
  • Pernak-pernik dan atribut kepanduan lainnya

Pengunjung juga disuguhi papan besar bertajuk “Milestones of Kepanduan Tionghoa” yang menampilkan rekam jejak perjalanan bakti dan kontribusi Pandu Tionghoa dalam membangun karakter generasi muda.

Melalui dokumentasi sejarah tersebut, publik diajak memahami bahwa kepanduan Tionghoa memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang berintegritas, berkarakter, dan cinta tanah air.


Talkshow Bahas Peran Pandu Tionghoa dalam Pendidikan Karakter

Pada rangkaian kegiatan pameran, akan digelar Talkshow terbuka untuk umum pada Rabu malam (26/2/2026) dengan kuota peserta terbatas. Diskusi ini akan mengangkat tema:

“Peran Pandu Tionghoa Indonesia dalam Membangun Generasi Berintegritas, Berkarakter, dan Cinta Tanah Air.”

Suherman Tan Kim San, generasi ke-114 dari Chen Xiaowei Fujian, Yongchun, yang juga pemilik koleksi memorabilia Pandu Tionghoa yang dipamerkan, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkenalkan nilai-nilai kepanduan lintas budaya kepada masyarakat luas.

“Besok tanggal 26 malam hari akan ada talkshow yang dibuka umum dengan peserta terbatas. Kami akan membahas peran Pandu Tionghoa Indonesia dalam membangun generasi berintegritas, berkarakter, dan cinta tanah air,” ungkap Suherman Tan Kim San.

Gratis untuk Anggota Pramuka

Pameran Pandu Tionghoa ini terbuka untuk masyarakat umum dan gratis bagi anggota kepanduan/Pramuka dengan mengenakan seragam atau menggunakan scarf sebagai identitas kepanduan.

Pameran berlangsung mulai 25 Februari hingga 3 Maret 2026 di Komplek Rumah Budaya Ketandan Yogyakarta.

Merawat Sejarah, Menguatkan Identitas Kebangsaan

Kehadiran pameran ini menjadi pengingat bahwa sejarah kepanduan di Indonesia dibangun oleh berbagai elemen masyarakat dari latar belakang budaya yang beragam. Nilai persaudaraan, disiplin, pengabdian, dan cinta tanah air menjadi benang merah yang menyatukan perjalanan kepanduan lintas generasi.

Dengan kunjungan Sri Sultan Hamengkubuwono X ke Pameran Pandu Tionghoa, semakin ditegaskan bahwa warisan sejarah kepanduan merupakan bagian penting dari identitas kebangsaan yang perlu dilestarikan dan dikenalkan kepada generasi muda.

— bppramukadiy.or.id

Post a Comment

أحدث أقدم