Sleman – Peringatan Hari Pramuka ke-65 Tahun 2026 di Gugusdepan Pangkalan Pondok Pesantren Sahabatqu, Kapanewon Pakem, Sleman, Yogyakarta, berlangsung dengan cara yang berbeda. Tidak hanya menggelar kegiatan kepramukaan, para peserta juga diajak mengenal sejarah kepanduan dan kepramukaan melalui mini pameran benda-benda filateli bertema kepanduan yang digelar bekerja sama dengan Filateli Pramuka, Sabtu (15/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya menghadirkan pengalaman belajar kepramukaan yang lebih menarik bagi peserta didik. Berbagai koleksi filateli bertemakan kepanduan dan kepramukaan ditampilkan secara langsung sehingga peserta dapat melihat berbagai jejak sejarah kepanduan melalui prangko dan benda-benda filateli lainnya.
Tidak berhenti pada pameran, rangkaian kegiatan juga diisi dengan workshop bertajuk “Perkuat Fundamental Gerakan Pramuka Melalui Benda Filateli”. Workshop menghadirkan Kak Bambang Pamungkas sebagai narasumber dan diikuti ratusan peserta yang terdiri dari anggota Pramuka golongan Penggalang dan Penegak.
Belajar Sejarah Kepanduan Melalui Filateli
Dalam workshop tersebut, Kak Bambang Pamungkas mengajak peserta memahami pentingnya mempelajari sejarah kepanduan dan kepramukaan, baik perkembangan di Indonesia maupun perjalanan kepanduan di berbagai negara.
Menurutnya, sejarah tidak selalu harus dipelajari melalui buku teks. Benda-benda memorabilia, termasuk prangko dan berbagai produk filateli, dapat menjadi media pembelajaran yang menarik karena menyimpan informasi mengenai suatu peristiwa, tokoh, organisasi, maupun perkembangan kepanduan dari masa ke masa.
“Saya tampilkan beberapa koleksi Filateli Pramuka untuk dapat dinikmati dan dipelajari sejarahnya. Koleksi ini asli terbitan dari negaranya masing-masing. Saya bawa dan tampilkan supaya memperkuat fundamental kepramukaan,” ungkap Kak Bambang.
Melalui mini pameran tersebut, peserta tidak hanya melihat bentuk dan desain prangko, tetapi juga diajak memahami cerita yang berada di balik setiap benda koleksi. Dengan demikian, filateli dapat menjadi jembatan untuk mengenalkan sejarah kepanduan dunia sekaligus memperkuat pemahaman peserta mengenai perjalanan Gerakan Pramuka.
Koleksi Sri Sultan HB IX dan Jambore Nasional Turut Dipamerkan
Dalam kesempatan tersebut, Kak Bambang juga membawa sejumlah koleksi spesial dari Filateli Pramuka. Dua koleksi yang secara khusus ditampilkan adalah koleksi bertema Sri Sultan Hamengku Buwono IX sebagai Bapak Pramuka serta koleksi mengenai Jambore Nasional Gerakan Pramuka.
Kehadiran koleksi tersebut semakin memperkaya materi workshop karena peserta dapat melihat secara langsung benda-benda yang berkaitan dengan sejarah dan perkembangan Gerakan Pramuka di Indonesia.
Pameran sederhana tersebut sekaligus menunjukkan bahwa filateli memiliki potensi besar sebagai media edukasi kepramukaan. Melalui sebuah prangko, peserta dapat diajak menelusuri tokoh, peristiwa, tempat, organisasi, hingga berbagai momentum penting yang pernah terjadi dalam perjalanan kepanduan.
Workshop Berlangsung Interaktif dan Menyenangkan
Workshop yang diikuti ratusan anggota Pramuka Penggalang dan Penegak tersebut berlangsung dalam suasana yang interaktif dan menyenangkan. Peserta mendapatkan kesempatan untuk melihat koleksi secara langsung sekaligus mengikuti penjelasan mengenai sejarah kepanduan yang berkaitan dengan benda-benda yang dipamerkan.
Model pembelajaran tersebut memberikan pengalaman berbeda bagi peserta. Kegiatan kepramukaan tidak hanya dilakukan melalui latihan keterampilan di lapangan, tetapi juga dapat dikembangkan melalui pendekatan sejarah, budaya, dan koleksi benda memorabilia.
Pengalaman tersebut diharapkan dapat menumbuhkan rasa ingin tahu peserta untuk mengenal lebih jauh sejarah kepanduan serta memahami bahwa Gerakan Pramuka yang mereka ikuti saat ini memiliki perjalanan panjang dan memiliki keterkaitan dengan perkembangan gerakan kepanduan di berbagai belahan dunia.
Pramuka Sahabatqu Dorong Peserta Raih Pramuka Garuda
Sementara itu, Kak Fanani selaku Koordinator Pembina di Pondok Pesantren Sahabatqu memberikan tanggapan positif terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, menghadirkan pendekatan pembelajaran yang berbeda dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan semangat peserta didik dalam mengikuti kegiatan kepramukaan.
Ia berharap kegiatan seperti mini pameran filateli dan workshop kepramukaan dapat memberikan pengalaman baru bagi para peserta sekaligus menambah wawasan mereka mengenai sejarah Gerakan Pramuka.
Kak Fanani juga optimistis kegiatan tersebut dapat mendorong peserta didik untuk semakin bersemangat mengikuti proses pembinaan kepramukaan dan meningkatkan kecakapannya hingga mencapai tingkatan tertinggi dalam pembinaan peserta didik, yaitu Pramuka Garuda.
Peringatan Hari Pramuka ke-65 di Pangkalan Pondok Pesantren Sahabatqu tersebut akhirnya tidak hanya menjadi momentum perayaan, tetapi juga menjadi ruang belajar yang mempertemukan kepramukaan, sejarah, filateli, dan pendidikan karakter.
Kolaborasi antara Gugusdepan Pangkalan Pondok Pesantren Sahabatqu dengan Filateli Pramuka menunjukkan bahwa pembelajaran kepramukaan dapat dikemas melalui berbagai cara kreatif. Benda-benda filateli yang selama ini dikenal sebagai objek koleksi ternyata juga dapat dimanfaatkan sebagai media untuk mengenalkan sejarah dan memperkuat pemahaman fundamental Gerakan Pramuka kepada generasi muda.
Salam Pramuka!


Posting Komentar