ESC Kalpataru Sleman III 2026: Saatnya Bekerja untuk Iklim

SLEMAN — Pimpinan Saka Kalpataru Tingkat Cabang Sleman menetapkan pelaksanaan Environment Scout Challenge (ESC) Kalpataru Sleman III Tahun 2026 sebagai wadah bagi Pramuka Penegak dan Pandega untuk mengembangkan kepedulian, kreativitas, dan aksi nyata di bidang lingkungan hidup.

Ketentuan pelaksanaan kegiatan tersebut dituangkan dalam Surat Keputusan Pimpinan Saka Kalpataru Tingkat Cabang Sleman Nomor 02 Tahun 2026 tentang Petunjuk Pelaksanaan Environment Scout Challenge Kalpataru Sleman III Tahun 2026. Juklak tersebut ditetapkan sebagai acuan bagi peserta dan panitia agar kegiatan dapat terselenggara secara tertib dan optimal

ESC Kalpataru Sleman III Tahun 2026 mengusung tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim”, dengan slogan “ESC 2026: Satukan Aksi, Bumi Lestari” serta motto “Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan.”

Berlangsung 19 September hingga 21 Oktober 2026

Berdasarkan Juklak, rangkaian Environment Scout Challenge Kalpataru Sleman III Tahun 2026 berlangsung mulai 19 September hingga 21 Oktober 2026. Puncak kegiatan dijadwalkan pada Rabu, 21 Oktober 2026 bertempat di Rumah Dinas Kabupaten Sleman.

Kegiatan ini dimaksudkan sebagai sarana bagi Pramuka Penegak dan Pandega yang memiliki minat dan bakat dalam pelestarian lingkungan hidup untuk memperluas persaudaraan dan pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan yang atraktif, inovatif, progresif, adaptif, dan kreatif.

Sementara itu, tujuan ESC Kalpataru Sleman III Tahun 2026 mencakup pembinaan persaudaraan, mempererat persatuan dan kesatuan, melestarikan kebudayaan, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan hidup bagi Pramuka Penegak dan Pandega sebagai penerus generasi masa depan.

Peserta Berasal dari Gugus Depan SMA, SMK, dan MA

ESC Kalpataru Sleman III Tahun 2026 diperuntukkan bagi peserta utusan gugus depan yang berpangkalan di SMA, SMK, MA atau sederajat di Kwartir Cabang Sleman.

Setiap pangkalan berhak mengirimkan dua umpi, terdiri atas satu umpi putra dan satu umpi putri. Setiap umpi beranggotakan tiga orang Pramuka.

Persyaratan peserta antara lain merupakan Pramuka Penegak aktif di gugus depan, memiliki ketertarikan atau minat dalam pelestarian lingkungan hidup sebagaimana terdapat dalam krida Saka Kalpataru, serta setiap umpi minimal memiliki satu Pramuka Penegak Bantara.

Peserta juga diwajibkan sehat jasmani dan rohani serta sanggup mematuhi aturan Environment Scout Challenge Kalpataru Sleman III Tahun 2026. Juklak menetapkan bahwa peserta yang ditunjuk tidak diperkenankan berasal dari anggota Saka Kalpataru Cabang Sleman dan tidak tergabung dalam satuan karya lain.

Rangkaian Kegiatan Memadukan Edukasi, Kreativitas dan Aksi Lingkungan

Environment Scout Challenge Kalpataru Sleman III Tahun 2026 menggunakan sejumlah metode kegiatan, yaitu diskusi, simulasi, partisipatif, penugasan, dan perlombaan.

Rangkaian kegiatan juga menggunakan sistem terpusat dan tersebar. Sistem terpusat digunakan sebagai sentral koordinasi, instruksi, informasi, dan evaluasi, sedangkan kegiatan tersebar dilaksanakan di sekitar lokasi kegiatan dan perlombaan dilakukan di pangkalan masing-masing.

Jenis kegiatan yang disiapkan meliputi kegiatan umum dan persaudaraan, kegiatan khusus, serta Eco Scout Challenge.

Kegiatan umum dan persaudaraan terdiri atas ibadah, upacara pembukaan dan penganugerahan Sekolah Adiwiyata, talk show, serta upacara penutupan. Sementara kegiatan khusus meliputi Live Report Behind The Scene ESC Kalpataru Sleman III dan Live Report Puncak Environment Scout Challenge Kalpataru Sleman III.

Empat Tantangan Utama Eco Scout Challenge

Bagian Eco Scout Challenge menghadirkan empat bentuk kegiatan yang menggabungkan kreativitas peserta dengan isu lingkungan dan perubahan iklim.

1. Climate Campaign Vlog / Vlog Eco-Journalism

Peserta membuat video edukasi singkat bertema “Menjaga Iklim, Merawat Masa Depan”. Video diharapkan menyampaikan pesan inspiratif dan mengajak masyarakat menjaga lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

Video berdurasi 5–7 menit tersebut dibuat oleh peserta dan diunggah melalui YouTube. Penilaian meliputi kesesuaian tema, kreativitas dan orisinalitas, isi dan pesan edukatif, serta teknik produksi.

2. Eco-Innovation Challenge: Business Plan

Tantangan berikutnya adalah Eco-Innovation Challenge: Business Plan, berupa ajang inovasi kewirausahaan ramah lingkungan dengan mengangkat potensi khas Sleman.

Peserta diminta menciptakan produk inovasi kuliner berbahan dasar singkong melalui konsep bisnis sederhana dengan menggunakan kemasan produk ramah lingkungan. Tema yang diangkat adalah “Kuliner Kekinian Berbahan Dasar Singkong.”

Penilaian meliputi inovasi produk, nilai jual, estetika, dan dokumen proposal.

3. Environmental Performing Arts

Environmental Performing Arts memberikan ruang kreativitas seni yang dikolaborasikan dengan kampanye lingkungan hidup. Bentuk seni yang ditampilkan dapat berupa drama, musik, tari, puisi, musikal, maupun kolaborasi.

Setiap pangkalan menampilkan karya dengan tema “Kreativitas Pangkalan” yang memberikan unsur kampanye menjaga lingkungan. Durasi pentas ditetapkan minimal enam menit dan maksimal 10 menit.

4. Eco-Vision: Potret Isu dan Aksi Iklim

Eco-Vision merupakan karya visual dan aksi nyata mengenai perubahan iklim yang disajikan secara singkat dan kreatif.

Karya dikumpulkan dalam bentuk esai dengan tema isu lingkungan atau aksi nyata yang berkaitan dengan perubahan iklim. Karya harus kreatif, orisinal, relevan, serta dilengkapi identitas pangkalan. Penilaian meliputi kedalaman isu dan dampak aksi, kualitas visual dan storytelling, kreativitas dan orisinalitas, serta kesesuaian tema.

Jadwal ESC Kalpataru Sleman III 2026

Rangkaian ESC dimulai dengan pendaftaran peserta pada 9–17 September 2026. Selanjutnya, Technical Meeting dilaksanakan pada 19 September 2026 di Aula K.H. Dewantara Lantai 3 Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman.

Peserta kemudian melaksanakan pembuatan karya di pangkalan masing-masing pada 20 September–9 Oktober 2026. Trailer karya diunggah pada 9 Oktober, sedangkan pengumpulan karya pentas seni dilakukan secara daring pada 10 Oktober 2026. Penjurian dijadwalkan pada 12 Oktober 2026 di Ruang Kalpataru dan Ruang Adipura.

Seluruh rangkaian tersebut bermuara pada Puncak ESC III Tahun 2026 pada 21 Oktober 2026.

Puncak ESC Diisi Upacara, Pentas Seni, Business Plan dan Talk Show

Puncak kegiatan pada 21 Oktober 2026 dijadwalkan dimulai dengan registrasi peserta pukul 07.00–07.30 WIB dan registrasi tamu undangan pukul 07.30–08.00 WIB.

Upacara pembukaan berlangsung pukul 08.00–09.00 WIB, dilanjutkan penyerahan penghargaan Sekolah Adiwiyata, pentas seni, serta sesi Business Plan, Eco Vision, dan Talk Show. Setelah istirahat, kegiatan dilanjutkan dengan upacara penutupan pukul 13.00–14.30 WIB dan sayonara serta pengambilan tiska

Talk show yang menjadi bagian dari puncak kegiatan mengusung tema iklim. Sesi interaktif tersebut diarahkan untuk memberikan wawasan, inspirasi, serta solusi mengenai isu lingkungan. Peserta diajak memahami persoalan lingkungan terkini, berbagi pengalaman, dan mendiskusikan langkah nyata yang dapat dilakukan generasi muda, khususnya Pramuka, dalam menjaga kelestarian bumi.

ESC 2026 Terapkan Administrasi Paperless

Salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam ESC Kalpataru Sleman III Tahun 2026 adalah penerapan administrasi paperless atau paper free.

Penerapan tersebut diarahkan untuk mengimplementasikan poin 12 Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu memastikan pola konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab melalui pengurangan penggunaan kertas dan peralihan ke dokumen digital.

Peserta juga diwajibkan membawa sejumlah perlengkapan, antara lain tumbler pribadi, obat-obatan pribadi, peralatan tulis-menulis, powerbank apabila diperlukan, serta perlengkapan pentas seni bagi peserta yang tampil.

Satukan Aksi untuk Bumi Lestari

Melalui Environment Scout Challenge Kalpataru Sleman III Tahun 2026, Pramuka Penegak dan Pandega mendapatkan ruang untuk mengembangkan kepedulian terhadap lingkungan melalui berbagai bentuk kegiatan, mulai dari edukasi, kreativitas, kewirausahaan ramah lingkungan, karya visual hingga aksi terkait perubahan iklim.

Dengan tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim” dan slogan “ESC 2026: Satukan Aksi, Bumi Lestari”, kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai perlombaan, tetapi juga sebagai sarana memperluas persaudaraan dan pengabdian masyarakat melalui kegiatan yang atraktif, inovatif, progresif, adaptif, dan kreatif.

Environment Scout Challenge Kalpataru Sleman III Tahun 2026 akan berpuncak pada 21 Oktober 2026. Seluruh ketentuan teknis yang belum tercantum dalam Juklak akan diatur lebih lanjut melalui panduan kegiatan.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama